//
you're reading...
Info

Selain Teknik, …

Timnas Sepakbola Indonesia sedang dalam performa yang super bagus. Setelah cukup lama tidak terlalu terdengar prestasinya di kancah internasional, timnas Indonesia saat ini berpeluang untuk dapat memenangi AFF Suzuki Cup. Saat ini, timnas telah sampai di final kejuaraan sepakbola se-Asia Tenggara ini, dan dijadwalkan melawan Malaysia dalam dua leg (leg 1 tanggal 26 Desember 2010 di Stadion Bukit Jalil Malaysia dan leg 2 tanggal 29 Desember di Stadion Gelora Bung Karno Indonesia).

Jika dilihat dari babak penyisihan grup dan semifinal, timnas terlihat sangat mendominasi turnamen ini. Lima kali bermain, semuanya dimenangkan. Hingga akhirnya sampai ke final.

Saat ini pun, timnas menjadi trending topic berbagai media di Indonesia.

Prestasi yang membanggakan ini, tentunya tidak lepas dari usaha dan latihan intensif yang dijalani oleh timnas, untuk terus meningkatkan teknik bermain sepakbola, konsentrasi, dan kerja sama.

Selain teknik, beberapa faktor lain juga mendukung prestasi timnas yang meroket ini.

Nutrisi

Salah satu hal yang menjadi permasalahan timnas adalah stamina. Namun, di turnamen ini, timnas terlihat mulai dapat mengatasinya. Yap, nutrisi dan manajemen cairan merupakan hal yang jarang diperhatikan oleh kita. Namun, timnas dan jajarannya sangat memperhatikan hal itu.

Untuk masalah nutrisi, tentunya adalah dengan memenuhi kebutuhan gizi para pemain timnas dengan pola makan yang disarankan. Tentunya tidak asal kenyang.

Bahkan, kehadiran pemain naturalisasi asal Belanda, Irfan Bachdim, ternyata  dijadikan model ideal oleh Badan Tim Nasional PSSI dalam penerapan sports science (ilmu pengetahuan keolahragaan), khususnya dalam hal pola diet dan nutrisi di kalangan pemain timnas.

Dengan latar belakang jebolan akademi sepak bola klub Liga Belanda, Ajax Amsterdam, Bachdim sejak kecil sudah dikondisikan memenuhi standar pemain Eropa, khususnya dalam hal kebugaran dan nutrisi. Tubuhnya yang atletis merupakan buah dari sports science yang sudah lama diterapkan dalam persepakbolaan di luar negeri.

Untuk masalah manajemen cairan guna mencegah turunnya stamina, di dalam timnas sekarang disiapkan cairan elektrolit yang harus segera diminum saat pemain masuk ke ruang istirahat. Kerja ini dibantu oleh dokter ahli gizi. Ketika meminum cairan elektrolit, pemain akan merasa haus, karena elektrolit menyebabkan rangsang pada pusat rasa haus di otak manusia. Sehingga pemain mau minum lagi.

Diusahakan agar pemain meminum 500 cc larutan elektrolit yang disambung dengan meminum 500 cc lagi air putih. Meminum 1 liter cairan artinya kondisi tubuh kembali mendekati normal. Karena itu kecepatan, akurasi, mental pemain relatif tetap terjadi di babak kedua. Pelatih kepala bisa memberi instruksi, pemain tetap segar.

Dukungan Supporter

Dukungan supporter juga berpengaruh terhadap prestasi timnas. Dengan yel-yel dan sorakan pendukung timnas Indonesia yang terus meramaikan suasana di Stadion Gelora Bung Karno, pemain timnas tentunya menjadi semangat dan tidak mudah lelah.

Bahkan, ketika dijadwalkan untuk bermain di Stadion Bukit Jalil, Malaysia, di partai final leg 1 ada juga ribuan pendukung timnas Indonesia yang siap mendukung langsung.

Sampai tahap final ini, dapat dilihat bahwa teknik individu pemain timnas, bukanlah satu-satunya penentu kemenangan, tetapi juga dukungan dari berbagai elemen timnas termasuk supporter Indonesia.

Super team lebih baik dari kumpulan superman

Referensi: health.kompas.com

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: